Sabtu, 11 Juni 2011

antara kesetiaan, kebaikan dan kebodohan part II

Part2
saat aku mulai memasuki sekolah dasar, aku mengalami kekecewaan karena sebagian besar teman2ku saat itu lebih mengganggapku sebagai lelucon. aku tak dapat menyalahkan mereka, mereka benar, aku hanyalah seorang anak laki2 yang lusuh, dengan uang jajan yang diberi pas2an, dan mereka menjauhiku hanya karena aku hanyalah seorang manusia cupu yang tak pantas mereka ajak main.

hari2 itu pun aku lalui dengan ringan hati karena aku menggangap aku masih mempunyai diriku sendiri. saat terakhir aku menginjakkan kaki di sekolah dasar itu, aku berpikir aku telah keluar dari jurang penyiksaan.

tapi apa yang terjadi? saat aku menginjak sekolah menengah pertama,,yang pada saat itu aku dapat mempunyai teman yang lebih baik. ternyata apa? aku malah menjadi bulan2an karena aku telah mencintai seseorang. aku tak lebih dari sebongkah "tahi" bagi mereka. kotoran yang hanya menjadi kotoran dan tak pantas berada disitu. saat itu aku hanyalah seorang anak kecil yang tak berdaya menahan bullying dari teman2 seangkatanku. aku bahkan tak dapat melupakan saat2 aku merasa ketakutan, terpojok, bahkan terbuang tak ada hrganya sama sekali. berkali2 aku harus merasakan sakitnya dipukul, ditendang, dikeroyok, bahkan makanan basi yang telah dibuang ketempat sampah harus sampai di mukaku. masih kuingat saat2 pulang sekolah adalah saat2 yang paling menegangkan. aku harus pulang lebih lama daripada teman2 yang lain atau harus lebih cepat dan segera bersembunyi dari teman2 yang mungkin akan berbuat jahat terhadapku. nama2 seperti Enung, Eki, Pioy, Poltak, Hendra, Awang, Hadnan, Chairi, Julfikar, Yudhi, Ahmad fauzi, Andri, novin, dll. aku pun masih ingat saat hidungku yang berdarah saat aku harus menghadapi pukulan2 saat aku terpojok di depan kelas 2c,,itu belum saat mereka mencoba merebut kekasihku, sungguh cobaan fisik dan bathin yang waktu itu kuterima telah membuatku trauma. 3tahun aku mencoba bertahan dengan siksaan yang buat aku semakin kehilangan rasa percaya diriku. tapi entah aku tetap memiliki kekuatan dan semangat untuk menjalani hari hariku yaitu kekasihku.

dan tak lama setelah itu aku pikir keluar dari siksaan itu, iya mungkin aku telah keluar dari siksaan fisik tapi aku memiliki siksaan hati yang jauh lebih menakutkan. ya aku kehilangan kekasih ku yang telah kujaga sekuatnya dengan fisikku yang telah lemah, dan semua kulakukan semampuku. hilang begitu saja dengan meninggalkan bekas yang amat perih. sehingga saat itu aku membenci semua orang termasuk diriku dan orangtuaku. sungguh tak ada lagi cinta yang kudapat, hanya kebencian dan kemarahan atas apa yang telah mereka lakukan terhadapku. dan aku terbentuk menjadi pribadi yang tidak menyenangkan (menurutku).

aku tak bisa memaafkan diriku yang sudah terlalu hancur pada saat itu. namun, saat sedikit demi sedikit kebaikanku kembali,, hanya saja saat semua itu kembali aku merasakan kekecewaan yang sama,, saat aku kembali pada diriku yang sebenarnya, saat aku mulai menaruh harapan pada hidup ku aku telah di kecewakan kepercayaanku. saat itu ada seorang KEYKA ENDHARIKA yang ingin mengubahku, sejujurnya tidak ada cinta untuknya, hanya saja aku amat menghargai usahanya untuk aku berubah. ya aku menghormati usahanya dalam mengubah kepribadianku yang telah rusak, namun semua itu tak lama,, saat aku mulai mempercayainya untuk bisa mengembalikan diriku kembali, dia menghianati ku dengan sebuah kata,,"MANTAN". ya, seseorang dari masa lalu yang selalu menginginkan untuk dapat bersama lagi. sungguh saat kepercayaanku mulai timbul justru kekecewaan yang kudapat, apalagi sesaat setelah hari yang amat berharga dihidupku. dan aku kembali pada sebuah kata kebencian, dan mulai sejak itu aku mulai bertekad "TAK AKAN ADA KATA MAAF UNTUK MANTAN ATAU MANTANNYA" dan aku kembali pada diriku yang memiliki kebencian, sekali lagi aku tak menemukan apa itu cinta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar